Kamis, 05 November 2015

The Ears


CHAPTER 1 : TELINGA KIRI ATAU TELINGA KANAN?

Aku benci ini! Aku selalu merasa sulit untuk tidur di malam hari. Aku mengidap insomnia. Padahal malam ini cuacanya sangat bangus untuk tidur. Di luar sedang hujan deras. Aku pun bangkit dari tempat tidurku dan menuju dapur. Mungkin segelas susu hangat dapat membawaku ke alam mimpi, pikirku. Tapi setelah dari dapur aku menjadi tergoda untuk menonton tv. Aku pun berjalan ke ruang tv dan menonton tv. Aku mengganti-ganti channel tv. Semuanya berisi tentang acara-acara pemburu hantu dan ada juga yang film hantu. Ah, semuanya serba hantu. Mentang-mentang ini malam Jum’at. Aku terus mengganti channel tv sampai aku mendapat sebuah channel berita malam. Aku pun menonton channel itu.

“Seorang gadis remaja tewas terbunuh di rumahnya di perumahan Red Rose. Di duga pembunuhnya adalah tetangga korban sendiri. Korban bernama Angelina Wilson. Usianya baru 14 tahun. Pembunuh membunuh korban dengan cara dibor di bagian telinga korban. Hal itu terbukti dengan adanya bekas bor di telinga kanan korban.”

Aku terkejut mendengar berita itu. Perumahan Red Rose adalah perumahan yang kutinggali sekarang ini. Dan Angelina? Dia adalah tetanggaku. Bagaimana bisa aku tidak mengetahui semuanya? Ah, mungkin pekerjaanku yang banyak membuatku terlalu sibuk sehingga membuatku jarang keluar rumah. Hmm… aku penasaran siapa pembunuhnya. Apa mungkin Matthew? Ia adalah tetangga di sebelah rumahku. Sikapnya yang aneh membuatku berpikir seperti itu. Matthew adalah seseorang yang sangat pendiam sekali. Setiap aku berangkat kerja ataupun pulang kerja, aku selalu melihat dia duduk di teras rumahnya sambil mengelus-elus kucing kesayangannya. Kucing itu selalu mengikuti kemanapun Matthew pergi. Terkadang Matthew menyeringai ke arahku. Mungkin ia bermaksud untuk menyapaku tapi aku pikir itu aneh.

“Kreeeeekkk…” aku mendengar suara pintu belakangku terbuka. Siapa itu?

Aku mengambil pistol untuk berjaga-jaga dan berjalan menuju ke dapur untuk melihat siapa yang membuka pintu. Aku menajamkan pendengaran dan pengelihatanku. Tiba-tiba aku melihat sebuah bayangan tubuh pria di dekat jendela dapur. Aku berjalan mendekati bayangan itu. namun tiba-tiba…

“Meow!!” seekor kucing melompat ke arahku. Sial! Itu adalah kucing Matthew. Hmm, tidak
salah lagi. Pria itu pasti Matthew. Jangan-jangan ia ingin membunuhku juga? Ini tidak boleh dibiarkan! Aku terus mencari-cari di mana Matthew bersembunyi. Namun tiba-tiba ada yang menarikku ke dalam gudang. Itu dia Matthew! Matthew-lah yang menarikku ke dalam sini. Aku berusaha memberontak tapi ia malah menutup mulutku.

“Sshhh… jangan berisik, atau dia akan menemukan dan membunuh kita.” Ujarnya. Tapi aku tidak peduli dengan kata-katanya. Segera ku tarik pelatuk pistolku dan mengarahkannya ke arah Matthew. Ia tewas seketika. Aku tidak peduli siapa ‘dia’ yang di katakan Matthew tadi. Yang jelas, aku sudah merasa aman sekarang. Aku pun keluar dari gudang. Tapi anehnya bayangan tubuh pria itu masih berada disitu. Dan tiba-tiba terdengar suara bor listrik yang dinyalakan.  Lalu aku mendengar suara seseorang yang berkata,

“Telinga kiri atau telinga kanan?”


to be continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar