CHAPTER
1 : TELINGA KIRI ATAU TELINGA KANAN?
Aku benci
ini! Aku selalu merasa sulit untuk tidur di malam hari. Aku mengidap insomnia.
Padahal malam ini cuacanya sangat bangus untuk tidur. Di luar sedang hujan
deras. Aku pun bangkit dari tempat tidurku dan menuju dapur. Mungkin segelas
susu hangat dapat membawaku ke alam mimpi, pikirku. Tapi setelah dari dapur aku
menjadi tergoda untuk menonton tv. Aku pun berjalan ke ruang tv dan menonton
tv. Aku mengganti-ganti channel tv. Semuanya berisi tentang acara-acara pemburu
hantu dan ada juga yang film hantu. Ah, semuanya serba hantu. Mentang-mentang
ini malam Jum’at. Aku terus mengganti channel tv sampai aku mendapat sebuah
channel berita malam. Aku pun menonton channel itu.
“Seorang
gadis remaja tewas terbunuh di rumahnya di perumahan Red Rose. Di duga
pembunuhnya adalah tetangga korban sendiri. Korban bernama Angelina Wilson.
Usianya baru 14 tahun. Pembunuh membunuh korban dengan cara dibor di bagian
telinga korban. Hal itu terbukti dengan adanya bekas bor di telinga kanan
korban.”
Aku
terkejut mendengar berita itu. Perumahan Red Rose adalah perumahan yang
kutinggali sekarang ini. Dan Angelina? Dia adalah tetanggaku. Bagaimana bisa
aku tidak mengetahui semuanya? Ah, mungkin pekerjaanku yang banyak membuatku
terlalu sibuk sehingga membuatku jarang keluar rumah. Hmm… aku penasaran siapa
pembunuhnya. Apa mungkin Matthew? Ia adalah tetangga di sebelah rumahku.
Sikapnya yang aneh membuatku berpikir seperti itu. Matthew adalah seseorang
yang sangat pendiam sekali. Setiap aku berangkat kerja ataupun pulang kerja,
aku selalu melihat dia duduk di teras rumahnya sambil mengelus-elus kucing
kesayangannya. Kucing itu selalu mengikuti kemanapun Matthew pergi. Terkadang
Matthew menyeringai ke arahku. Mungkin ia bermaksud untuk menyapaku tapi aku
pikir itu aneh.
“Kreeeeekkk…”
aku mendengar suara pintu belakangku terbuka. Siapa itu?
Aku
mengambil pistol untuk berjaga-jaga dan berjalan menuju ke dapur untuk melihat
siapa yang membuka pintu. Aku menajamkan pendengaran dan pengelihatanku.
Tiba-tiba aku melihat sebuah bayangan tubuh pria di dekat jendela dapur. Aku
berjalan mendekati bayangan itu. namun tiba-tiba…
“Meow!!”
seekor kucing melompat ke arahku. Sial! Itu adalah kucing Matthew. Hmm, tidak
salah
lagi. Pria itu pasti Matthew. Jangan-jangan ia ingin membunuhku juga? Ini tidak
boleh dibiarkan! Aku terus mencari-cari di mana Matthew bersembunyi. Namun
tiba-tiba ada yang menarikku ke dalam gudang. Itu dia Matthew! Matthew-lah yang
menarikku ke dalam sini. Aku berusaha memberontak tapi ia malah menutup
mulutku.
“Sshhh…
jangan berisik, atau dia akan menemukan dan membunuh kita.” Ujarnya. Tapi aku
tidak peduli dengan kata-katanya. Segera ku tarik pelatuk pistolku dan
mengarahkannya ke arah Matthew. Ia tewas seketika. Aku tidak peduli siapa ‘dia’
yang di katakan Matthew tadi. Yang jelas, aku sudah merasa aman sekarang. Aku
pun keluar dari gudang. Tapi anehnya bayangan tubuh pria itu masih berada
disitu. Dan tiba-tiba terdengar suara bor listrik yang dinyalakan. Lalu aku mendengar suara seseorang yang
berkata,
“Telinga
kiri atau telinga kanan?”
to be continue...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar